Rabu, 23 September 2015

HIKAYAT DIALOG IBLIS VS ROSULULLOH SAW


Alloh swt telah memerintahkan salah satu Malaikatnya untuk menemui Iblis supaya menghadap Rosululloh SAW untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya, hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada ummat manusia.

Maka malaikat itu pun menjumpai Iblis dan berkata : “Hai Iblis ! bahwa Alloh yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah agar kau menghadap Rosululloh SAW; hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rosululloh hendaklah engkau jawab dengan sebenar benarnya.
Jikalau engkau berdusta walau satu perkataanpun niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat keras”.

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segeralah dia menghadap Rosululloh SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.

Iblispun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rosululloh SAW, maka sambut Iblis (‘alaihi laknat)

“ya Rosululloh, mengapa engkau tidak menjawab salamku ?, bukankah salam itu sangat mulia di sisi Alloh ?” maka jawab Nabi dengan marah, hai Aduwulloh seteru Alloh ! kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu ?, janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam AS sehingga keluar dari Syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qobil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika ia sedang sujud sembahyang sehingga ia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai istrinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis ! sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Alloh azza wajalla, Cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya, karena diharamkan oleh Alloh. Maka aku kenal engkaulah Iblis, raja segala Iblis, Syetan dan Jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu menemui Aku ?!.





Taklimat Iblis, “Ya Nabi Alloh ! Janganlah engkau marah, karena engkau adalah Khatamul Anbiya, maka dapat mengenaliku.
Kedatanganku adalah diperintah Alloh untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap ummatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman.

Ya Nabi Alloh ! setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya”.

Maka Iblispun bersumpah menyebut nama Alloh dan berkata : “Ya Rosululloh, sekiranya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu”.
Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majelis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi yang pertama ( 1 )
“Hai Iblis ! siapakah sebesar besar musuhmu, dan bagaimana aku terhadapmu ?”

Jawab Iblis :
”Ya Nabi Alloh, Engkaulah musuhku yang paling besar diantara segala musuhku di muka bumi ini”.
Maka Nabipun memandang muka Iblis, dan Iblispun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, ”ya Khatamul Anbiya ! adapun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tak dapat aku tiru, karena dicegah oleh Alloh.

Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikat / niat anak Adam supaya menjadi kafir, karena Engkau berusaha memberi nasehat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat, supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku.

Pertanyaan Nabi ke 2
”Hai Iblis ! bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Alloh ?”    

Jawab Iblis :
”Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya.



Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan, minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya, supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang haram.

Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan; di sana aku lepaskan sebesar besar godaan, supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar. Datang perasaan hasut, dengki, hingga pada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih diantara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.
Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil istri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria’, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.

Pertanyaan Nabi ke 3
”Hai Iblis ! mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah, bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah ? hai yang dikutuk Alloh !, siapa yang menjadikanmu ?, siapa yang melanjutkan usiamu ?, siapa yang menerangkan matamu ?, siapa yang memberi pendengaranmu ?, siapa yang memberi kekuatan anggauta badanmu ?.

Jawab Iblis :
Semua itu adalah anugrah dari pada Alloh yang maha besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar besarnya. Engkau lebih tau bahwa aku telah beribu ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat, dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit kesatu langit yang tinggi, kemudian aku tinggal di Dunia ini beribadat bersama sekalian malaikat beberapa waktu lamanya.
Tiba tiba datang Firman Alloh SWT hendak menjadikan seorang khalifah di Dunia ini, maka akupun membantah. Maka Alloh menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat pada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Alloh murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Alloh menjadikan Adam raja dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa






Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Alloh (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian aku hasut anak lelakinya Qobil supaya membunuh saudaranya Habil. Itupun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat.

Sebelum engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberi tahu manusia yang lain dari pada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut marut.

Pertanyaan Nabi yang ke 4
” Hai Iblis !, apakah yang pertama engkau tipu dari manusia ?”.

Jawab Iblis :
Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauan jalanku.

Pertanyaan Nabi ke 5
”Hai Iblis !, jika umatku sholat karena Alloh, bagaimana keadaanmu ?”

Jawab Iblis :
Sebesar besarnya kesusahanku. Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh puluh Iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.
Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was was, terlupa bilangan reka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, senantiasa hendak cepet habis sholatnya, hilang khusuknya, matanya senantianya menjeling ke kiri ke kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap, serta bunyi bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat berat hukuman.






Pertanyaan Nabi ke 6
”Jika umatku membaca Al Qur’an karena Alloh, bagaimana perasaanmu ?.

Jawab Iblis :
Jika mereka membaca Al Qur’an karena Alloh, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus putus segala uratku lalu aku lari dari padanya.

Pertanyaan Nabi ke 7
”Jika umatku mengerjakan haji karena Alloh, bagaimana perasaanmu ?”.  

Jawab Iblis :
Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.

Pertanyaan Nabi ke 8
”Jika umatku berpuasa karena Alloh, bagaimana keadaanmu ?”.

Jawab Iblis :
Ya Rosululloh !, inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Romadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, alloh akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi : yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya, siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa.
Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka.
Bahkan semua pintu neraka ditutup, manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama angin Syirah yang amat lembut ke dalam Syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Alloh datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syetan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah Bumi yang amat dalam. Disana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan dengan bulan biasa.

Pertanyaan Nabi yang ke 9
”Hai Iblis !, bagaimana seluruh sahabatku menurutmu ?”.





Jawab Iblis :
Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena Engkau sendiri telah berkata : ”seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk”.

Saidina Abu Bakar al Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi Wazirul A’zam.
Bahkan Engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu, karena Engkau menikah dengan anaknya, Sayidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.
Saidina Umar Al Khotob pula tidaklah aku berani pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syari’at Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena Imannya sangat kuat, apalagi Engkau telah mengatakan : ”jikalau adanya Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelari AL-Faruq.
Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al Qur’an. Dia penghulu orang sabar,  penghulu orang mati Syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya, karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga Engkau mengatakan : ”barang siapa menulis Bismillahirrohmaanirrohim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, maka mendapat pahala seperti pahala Usman mati Syahid”.
Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut, karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika Iblis, syetan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka, karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sembarang berhala. Bergelar Ali Karamullohu Wajhahu. Dimuliakan Alloh akan wajahnya dan juga harimau Alloh, dan Engkau sendiri berkata : ”Akulah negeri segala ilmu, dan Ali itu pintunya”. Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.

Pertanyaan Nabi ke 10  
”Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku ?.

Jawab Iblis :
Umatmu itu ada tiga (3) macam.




1.     Umatmu seperti hujan turun dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu Ulama yang memberi nasehat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Alloh, serta meninggalkan larangannya seperti kata Jibril A.S. ”Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita Akherat”.

2.     Umat tuan seperti tanah, yaitu orang yang sabar, Syukur dan Ridho dengan karunia Alloh; berbuat amal sholeh, tawakal dan kebajikan.

3.     Umatmu seperti Fi’aun, terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akherat, maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela kemana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadah, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadah.

Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Alloh dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qorun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.

Pertanyaan Nabi yang ke (11)
”Siapa yang serupa dengan engkau ?”.

Jawab Iblis :
“Orang yang meringankan syari’atmu dan memberi orang belajar agama Islam”.

Pertanyaan Nabi ke (12)
“Siapa yang mencahayakan muka engkau ?”

Jawab Iblis :
Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pengukir janji.

Pertanyaan Nabi ke (13)
”Apakah rahasia engkau kepada umatku ?”.

Jawab Iblis :
Jika orang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca do’a pelindung syetan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.




Pertanyaan Nabi ke (14)
”Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau ?”.
Iblis menjawab :
Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Alloh, menangis, menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu, maka padamlah marahnya.

Pertanyaan Nabi ke (15)
”Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai ?”.
Jawab Iblis :
Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak, atau bulu ari-ari, (bulu kemaluan) selama 40 hari. Disitulah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.

Pertanyaan Nabi ke (16)
“Hai Iblis ! siapakah saudara engkau ?”.
Jawab Iblis :
Orang yang tidur meniarap / tengkurab, orang yang matanya terbuka (mendusin) diwaktu subuh, tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, asar, maghrib dan Isa’, aku beratkan hatinya untuk sholat.

Pertanyaan Nabi ke (17)
”Apakah jalan yang membinasakan diri engkau ?”.
Jawab Iblis :
Orang yang banyak menyebut nama Alloh, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al Qur’an dan sholat tengah malam.

Pertanyaan Nabi ke (18)
”Hai Iblis ! apakah yang memecahkan mata engkau ?”.
Jawab Iblis :
Orang yang duduk di dalam Masjid serta beriktikaf di dalamnya.

Pertanyaan Nabi yang ke (19)
”Apalagi yang memecahkan mata engkau ?”.
Jawab Iblis :
Orang yang taat kepada kedua Ibu Bapaknya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama hidup, karena Engkau telah bersabda : Syurga itu di bawah telapak kaki Ibu.  

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar